Dihujat, Webb Justru Puas

Juli 14, 2010 at 2:20 pm (Olahraga) (, )

Piala Dunia

Wasit Howard Webb (kiri) adu argumen dengan bek Belanda Joris Mathijsen (tengah) dan gelandang Wesley Sneijder di laga final PD 2010 yang digelar di Soccer City Stadium, Johannesburg, 11 Juli 2010. AFP PHOTO / PEDRO UGARTE
Howard Webb (© AFP 2010)

Liputan6.com, London. Empat belas kartu kuning, dan satu kartu merah dikeluarkan oleh wasit Howard Webb dalam pertandingan final yang mempertemukan Spanyol dan Belanda di Soccer City Stadium, Johannesburg, Senin (12/7) kemarin. Dan meski dihujat oleh sejumlah pemain dan suporter Belanda sebagai biang keladi kekalahan Tim Oranye, wasit asal Inggris ini mengaku puas dengan performanya di lapangan ketika itu.

“Dalam pertandingan apapun, kita selalu berharap wasit tidak perlu terlalu banyak terlibat. Meskipun kadang-kadang kita memang wajib untuk bersikap keras untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Kami (Webb dan tim wasitnya) merasa tidak memiliki pilihan lain selain mengatur jalannya laga (final) kemarin dengan cara yang telah kami lakukan. Kami merasa puas dengan apa yang telah kami capai dalam laga tersebut. Ini merupakan pertandingan yang sangat sulit dikendalikan, dan saya rasa hal ini berlaku bagi wasit manapun. Ini akan menjadi salah satu laga terberat yang pernah kami jalani dan kami merasa kami telah bekerja keras untuk menjaga fokus pada sportivitas dalam sepakbola,” aku Webb.

Para pemain timnas Belanda melakukan sejumlah pelanggaran berat dalam pertandingan tersebut dan cukup beruntung karena pada babak pertama, gelandang Nigel de Jong tidak langsung dikartumerah oleh wasit Webb karena pelanggaran berbahanya terhadap Xabi Alonso. Meskipun bersikap longgar dalam beberapa insiden, performa Webb tetap saja membuat marah Tim Oranye, karena usai meniup peluit berakhirnya pertandingan, Webb langsung dikerubuti beberapa pemain Belanda yang menganggapnya berat sebelah dalam laga tersebut.

Sementara itu Mike Riley, manajer umum Professional Game Match Officials, badan penyedia wasit bagi Liga Premier, justru memuji penampilan wasit dan mencecar Belanda dan Spanyol karena tidak menghormati aturan main dalam sepakbola di laga tersebut. “Partai final kemarin pastinya akan menjadi salah satu partai terberat yang pernah dijalani Webb,” ujar Riley. “Dalam beberapa insiden sepanjang pertandingan para pemain tidak menunjukkan rasa hormat terhadap wasit dan semangat fair play. Meskipun berbagai tantangan yang muncul, Howard (Webb) dan timnya telah menunjukan performa luar biasa. Kita seharusnya berterima kasih karena laga sesulit laga final kemarin diwasiti oleh offisial yang memiliki pengalaman dan ketenangan seperti Howard Webb,” lanjutnya lagi (CHR/Socerrnet)

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Uruguay Siap Balas Belanda

Juli 6, 2010 at 10:05 am (Olahraga) ()

Piala Dunia

Gaya striker Uruguay Diego Forlan di laga penyisihan Grup A PD 2010 melawan Prancis di Cape Town Stadium, 11 Juni 2010. Skor akhir 0-0. AFP PHOTO / KARIM JAAFAR
Diego Forlan (© AFP 2010)

Artikel Terkait

Liputan6.com, Johannesburg: Jelang laga semifinal melawan Belanda, Uruguay dirugikan oleh absennya Luiz Suarez. Penyerang klub Ajax Amsterdam itu diganjar kartu merah di perempatfinal melawan Ghana akibat menyentuh bola. Abesennya Suarez dapat menggangu keseimbangan di semua lini.

Karena itu, Diego Forlan akan memiliki dua peran sekaligus, pengatur serangan dan striker. Selain Suarez, Uruguay juga tak akan diperkuat Nocolas Lodeiro dan Jorge Lucile menyusul akumulasi kartu. Namun, hal itu tak menyurutkan ambisi La Celeste untuk membalas kekalahan menyakitkan pada Piala Dunia 1974. Kala itu, Uruguay menyerah 0-2 dari Belanda.

Sementara kemarin, timnas Belanda tiba di Hotel Southern Sun, Cape Town, Afrika Selatan, di bawah pengawalan ketat. Tim Oranye selanjutnya akan melakukan latihan di Athlone Stadium untuk mematangkan strategi melawan Uruguay.

Belanda semangat menjalani laga melawan Uruguay menyusul kesuksesan menekuk Brasil di perempatfinal yang kian melambungkan harapan mereka untuk merengkuh tropi Piala Dunia. Namun, tidak semudah itu. Sebab, di laga nanti Belanda akan tampil tanpa diperkuat Gregory Van der Wiel dan gelandang Nigel de Jong akibat akumulasi kartu. Kini, harapan terbesar Belanda tertumpu pada Sneijder dan striker Van Persie.(BOG)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Jerman Bikin Madrid “Terbelah”

Juli 6, 2010 at 10:05 am (Olahraga) ()

Real Madrid

Liga Spanyol

Selebrasi gol gelandang Jerman Mesut Ozil ke gawang Ghana di penyisihan Grup D PD 2010 di Soccer City Stadium, Johannesburg, 23 Juni 2010. Jerman unggul 1-0. AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS
Mesut Ozil (© AFP 2010)

Artikel Terkait

Liputan6.com, Madrid: Tidak ada yang menampik jika dikatakan penampilan Timnas Jerman menjadi salah satu yang terbaik di pergelaran putaran final Piala Dunia (PD) 2010 di Afrika Selatan. Aksi apik anak-anak asuhan Joachim Loew tersebut tentunya membuka mata publik, tak terkecuali Real Madrid, klub yang dikenal gemar mengumpulkan para bintang.

Nah, kabarnya penampilan impresif Bastian Schweinsteiger dkk telah membuat kepincut Presiden Los Merengues Florentino Perez dan entrenador Jose Mourinho. Yang menarik, Perez dan Mourinho berbeda paham dalam menilai aksi ciamik anak-anak Tim Panser.

Seperti yang dilaporkan harian AS, Perez lebih berminat dengan duet muda Jerman, gelandang Mesut Ozil dan winger Thomas Mueller. Sementara, Mourinho justru lebih sreg dengan Schweinsteiger.

Di mata Perez, penampilan Ozil disebut-sebut mirip dengan Kaka, bintang Los Blancos yang sinarnya bersama Timnas Brasil hancur lebur di tangan Belanda. Sementara, ketertarikan Perez pada Mueller disebabkan kombinasi antara usia muda dan produktivitas golnya di level internasional. Baru menginjak 20 tahun, dari tujuh laga Mueller telah mengoleksi empat gol bersama Die Mannschaft.

Di lain pihak, Mourinho lebih menyukai Schweinsteiger, pemain yang lebih matang dengan rekor 79 caps dan 21 gol. Di mata Mourinho, kemampuan atau kualitas Schweini yang merupakan pemain “box-to-box”, cocok dengan kebutuhan pemain di lini tengah Madrid.(MEG/AS)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sneijder Teratas di Daftar Belanja MU

Juli 6, 2010 at 10:04 am (Olahraga) ()

Manchester United

Liga Inggris

Keceriaan gelandang Wesley Sneijder yang mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 Belanda atas Jepang pada partai kedua Grup E di Durban, 19 Juni 2010. AFP PHOTO/LIU JIN
Wesley Sneijder (© AFP 2010)

Artikel Terkait

Liputan6.com, Manchester: Musim lalu Manchester United bisa dibilang gagal. Hanya trofi Piala Liga yang direngkuh “Setan Merah”. Untuk musim kompetisi mendatang manajer Sir Alex Ferguson mencanangkan MU harus kembali berjaya di Liga Premier dan Liga Champions.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Ferguson menyiapkan rencana pembelian pemain. Lini tengah menjadi sasaran yang kudu dibenahi dan Wesley Sneijder sebagai target utama. Sneijder menunjukkan konsistensi permainan memukau. Setelah mengantar Inter Milan merebut tiga gelar sekaligus musim kemarin, ia menjadi bintang Belanda yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2010. Empat gol dilesakkannya di Afrika Selatan.

Ferguson menyadari gelandang serang kreatif sangat dibutuhkan mengingat Paul Scholes sudah dimakan usia. Bujet 35 juta pound (Rp 469 miliar) dipersiapkan untuk memboyong Sneijder dari Inter meski anggaran belanja yang tersedia tidaklah gemuk. Fergie, sapaannya, memplot Sneijder sebagai distributor bola yang ideal bagi Wayne Rooney.

Sneijder baru 26 tahun. Ia berpindah dari Real Madrid ke Inter tahun lalu dengan transfer 13 juta pound. Harga yang kemudian melonjak seiring permainannya yang ciamik. Rafael Benitez, pelatih baru Inter, bukanlah kawan yang mudah didekati Ferguson. Akan tetapi mantan bos pelatih Liverpool itu ingin membangun tim sesuai dengan karakternya sendiri.

Menjual Sneijder akan membuat Benitez kebanjiran dana segar untuk memburu pemain ideal versinya sendiril. Dan Javier Mascherano, mantan anak asuhnya di Liverpool, menjadi pemain terdepan yang hendak diburunya.(DIM/The Sun)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Feed Demon 3.1.0.20

Maret 2, 2010 at 6:22 pm (Olahraga) ()

Download Feed Demon  3.1.0.20

NewsGator Technologies – 3.63MB (Freeware)

Looking for a great way to view and manage your RSS feeds from your desktop? Look no further than FeedDemon, the most popular Windows RSS reader.

Bring the power of RSS right to your Windows desktop with FeedDemon News Aggregator:

  • Get your news and information instantly.
  • Customize the way you read and organize feeds.
  • Download podcasts to your iPod or Windows Media Player.
  • The “Panic Button” detects when you have a ton of unread items and offers to mark them (or a subset of them) as read

The easy-to-use interface makes it a snap to stay informed with the latest news and information. You can completely customize the way feeds are organized and displayed. Set up custom news watches based on keywords or use the powerful search to find articles. You can even download podcasts and audio files and have them show up on your portable audio device. In addition, FeedDemon synchronizes with NewsGator Online and the rest of the NewsGator RSS Suite. The software is pre-configured with dozens of feeds, so you can unleash the power of RSS right away.

| More

//

Screenshots

Screenshot 1Screenshot 2Screenshot 3

DownloadDownload
Latest Version

3.63MB

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Berbatov Menatap Rekor Bonev

November 17, 2009 at 6:26 pm (Olahraga) ()

Timnas Bulgaria

Selebrasi kapten Bulgaria, Dimitar Berbatov seusai mencetak gol ke gawang Georgia di kualifikasi PD 2010 yang berlangsung di Vassil Levski Stadium, Sofia, 14 Oktober 2009. AFP PHOTO / DIMITAR DILKOFF
Dimitar Berbatov (© AFP 2009)

Setelah dua kali absen di laga Liga Premier menyusul cedera lutut yang dialaminya saat bertanding melawan Blackburn Rovers, Sabtu (31/10) lalu, striker Manchester United, Dimitar Berbatov kembali akan tampil di lapangan hijau.

Namun, bukan bersama The Red Devils, melainkan bersama Timnas Bulgaria. Sesuai jadwal internasional, Berbatov dkk akan melakukan pertandingan persahabatan melawan Malta di Ta’Qali Stadium, Malta, Rabu (18/11) lusa. “Lutut saya tertendang di laga melawan Blackburn. Karenanya, saya membutuhkan istirahat dan perawatan. Sekarang, kondisi saya sudah membaik dan siap bermain melawan Malta,” tutur Berbatov, 28 tahun, seperti yang dikutip The Telegraph.

Yang menarik, laga lawan Malta merupakan kesempatan bagi Berbatov untuk menyamai atau bahkan menoreh rekor baru pencetak gol terbanyak bagi Bulgaria yang disandang Hristo Bonev, striker timnas di periode 1967-1979 yang telah mencetak 47 gol. Sementara, pundi-pundi Berbatov telah mencapai 46 gol menyusul hat-trick yang diciptakannya saat Bulgaria menghancurkan Georgia 6-2 di ajang kualifikasi PD 2010 Zona Eropa Grup 8, 14 Oktober lalu.

“Tentu saja, saya memikirkannya (rekor Bonev). Saya telah mencetak banyak gol. Saya berharap saya dapat memecahkan rekor itu dengan bantuan rekan setim,” kata Berbatov. Sebagai catatan, 46 gol yang diraih Berbatov terjadi dalam 73 pertandingan. Sementara, guna mengoleksi 47 gol, Bonev membutuhkan 96 caps.(MEG)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Juve Siapkan Suksesor Cannavaro

November 17, 2009 at 6:25 pm (Olahraga) ()

Juventus Dimas Ramadani

Talenta bek Bari (pinjaman dari Genoa), Andrea Ranocchia, banyak diminati klub-klub besar Eropa.
Andrea Ranocchia (mail)

 

Artikel Terkait

Usia tidak bisa dibohongi. Fisik Fabio Cannavaro menurun di usia 36 tahun. Karena itu Juventus bersiap melepas Cannavaro memasuki masa purnabhakti yang diperkirakan di akhir musim ini. Juve menyiapkan tugas baru buat Cannavaro, yakni sebagai direktur teknik.

Untuk menambal barisan belakang nantinya, Juve sudah pasang ancang-ancang. Bek belia Bari, Andrea Ranocchia disiapkan sebagai suksesor. Ranocchia, 21 tahun, di Bari menghabiskan masa pinjaman dari Genoa. Ia merupakan salah satu aktor sentral di balik kesuksesan Bari sejauh ini.

Bertugas di jantung pertahanan, gawang Galletti merupakan yang paling sedikit kebobolan dengan hanya tujuh kali. Petinggi Bianconeri beserta Ciro Ferrara, pelatih Juve, menganggap bahwa Rannochia pas untuk diduetkan dengan Giorgio Chiellini atau Nicola Legrottaglie. Masuknya Ranocchia juga pas dengan filosofi Juve yang mengedepankan jumlah pemain asal negeri sendiri dibanding pemain asing.

Tapi menurut La Gazzetta dello Sport, Genoa hendak memanfaatkan bakat besar Ranocchia. Pemain Timnas Italia U-21 ini juga diminati dua klub asal Kota Milan: AC Milan dan Inter Milan. Tidak heran situasi ini membuat bandrol Ranocchia melambung tinggi.

Juve menyadari itu semua dan oleh sebab itu mereka punya opsi alternatif. Jika gagal memboyong Ranocchia, Juve akan berpaling ke centre-back internasional Denmark yang bermain untuk Palermo, Simon Kjaer, walaupun persaingan untuk memperoleh bek berusia 20 tahun ini tidak kalah sengit. Kjaer juga diincar Manchester United, Chelsea dan Liverpool. (DIM)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Eto’o Bagi-bagi Jam Tangan

November 17, 2009 at 6:24 pm (Olahraga) ()

Timnas Kamerun

Samuel Eto’o (mail)

 

Kamerun memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 setelah mengalahkan Maroko 2-0 di partai pamungkas Grup A putaran ketiga kualifikasi Zona Afrika, Sabtu (14/11) lalu. Samuel Eto’o berjasa besar dengan menyumbang satu gol pada pertandingan yang digelar di Fes.

Kemenangan yang membawa Kamerun sebagai negara Afrika terbanyak yang tampil di kejuaraan sepakbola terakbar sejagat dengan kesuksesan sebanyak enam kali. Koleksi golnya bertambah jadi sembilan buah. Jasa penyerang Inter Milan ini tidak sampai di situ.

Eto’o yang memiliki kocek paling tebal di skuad The Indomitable Lions tidak segan-segan menawarkan bonus dari kantongnya sendiri demi keharuman negara. Seperti dikutip Football Italia, Eto’o rela membagikan jam tangan senilai 30 ribu pound atau Rp 468 juta buat setiap pemain di skuad Kamerun.

Aksi ini bukan kali pertama. Mantan tukang gedor Barcelona ini menggunakan kelebihan materi yang dimiliki untuk mendongkar semangat rekan-rekannya di timnas. Empat tahun lalu striker berusia 28 tahun ini menjanjikan setiap individu di skuad Kamerun masing-masing sebesar US$ 2.000 (Rp 18,7 juta) jika mampu mengalahkan Pantai Gading. Hasilnya Kamerun menang 3-2 di Abidjan dan Eto’o harus merogoh koceknya mencapai US$ 60 ribu, yang dengan kurs saat ini nilainya sekitar Rp 561 juta.

Eto’o juga malu bertaruh, selama hasilnya ditujukan buat kepentingan amal. Tiga tahun lalu ia mengikat taruhan dengan Ford. Mau tahu taruhannya? Perusahaan otomotif raksasa Amerika Serikat itu bersedia memberikan sebuah ambulans ke dinas terkait di Kamerun dari setiap gol yang dilesakkannya di luar kuota yang ditetapkan.

Kini Eto’o sibuk mengampanyekan pengumpulan sepatu bekas layak pakai dari seluruh Eropa yang dikumpulkan di salah satu perusahaan retail di Spanyol. Sepatu-sepatu itu rencananya didaur ulang dan nantinya disumbangkan ke orang-orang yang membutuhkan.(DIM)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Torres Dilego, Benitez Ancam Hengkang

November 17, 2009 at 6:24 pm (Olahraga) (, )

Liverpool

Striker Liverpool, Fernando Torres (kiri) pemanasan diawasi manajer Rafael Benitez sebelum laga Liga Champions Grup E kontra Fiorentina pada 28 September 2009 di Artemio Franchi. AFP PHOTO/ALBERTO PIZZOLI
Torres & Benitez (© AFP 2009)

 

Artikel Terkait

Manajer Liverpool, Rafael Benitez mengancam hengkang jika Fernando Torres dijual. Ujung perkara bermula dari munculnya rumor bahwa co-owner klub, Tom Hicks dan George Gillett Jr menginginkan dana segar untuk menutupi tunggakan yang nilainya mencapai 245 juta pound (Rp 2,8 triliun).

Benitez tidak akan ridho meski El Nino dilego sampai 100 juta pound (Rp 1,56 triliun) sekalipun. “Saya yakin hal itu tidak akan terjadi,” tegas Benitez seperti dikutip The Times. “Jika sampai terjadi maka saya tidak segan-segan mengundurkan diri.”

Kondisi keuangan Liverpool tidak sehat yang berimbas pada minimnya anggaran belanja pemain. Karena itu pulalah Benitez mengaku dirinya kerap salah langkah dalam menggaet pemain. Harga tidak bisa dibohongi. Transfer besar menghasilkan pemain bermutu tinggi. Benitez menyebut Torres, Javier Mascherano, Pepe Reina dan Xabi Alonso sebagai bukti.

Untuk beberapa kasus Benitez dianggap melakukan kesalahan transfer. Benitez punya alasan mengenai kasus Robbie Keane. Manajer asal Spanyol ini tidak akan ragu menjualnya kembali ke Tottenham Hotspur karena kapten Timnas Republik Irlandia itu tidak bermain di level yang semestinya. Sementara Ryan Babel memang diproyeksikan untuk masa depan. Penyerang internasional Belanda ini hanya membutuhkan konsistensi.

Dengan bujet minim Benitez dituntut pintar-pintar menambah kekuatan skuad. Terpaksa sasaran dialihkan ke pemain kelas dua atau bahkan pemain gratisan. Hasilnya, tidak banyak yang bisa diharapkan dari Philipp Degen atau Sotirios Kyrgiakos. “Kami seperti berjudi,” aku Benitez. “Beberapa terbukti tidak cukup baik. Inilah risiko ketika bujet belanja begitu minim.”

Di beberapa kesempatan Benitez harus menjual sebelum membeli pemain yang dibutuhkan. Mengenai pembelian Alberto Aquilani, Benitez banyak menuai kritik. Gelandang didikan AS Roma ini dibayangi jeratan cedera dan belum pulih benar meski sudah melakukan debutnya di Liga Premier ketika bermain menghadapi Birimingham City yang berakhir seri. Untuk satu ini Benitez punya jawaban.

“Andai fit Aquilani punya nilai 20 hingga 30 juta pound. Kami sudah meminta dokter ahli untuk memeriksanya dan mendapat lampu hijau. Kami mungkin teledor—untuk saat ini—tapi saya mengontrak pemain untuk lima tahun, bukan lima minggu,” tutur Benitez yang yakin Liverpool mampu bangkit dari peringkat tujuh yang diduduki saat ini jika para pemain kuncinya, khususnya Torres dan Steven Gerrard pulih dari cedera.(DIM)

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Budi Baik “Si Bengis”

November 17, 2009 at 6:23 pm (Olahraga) ()

Didier Drogba

Striker Chelsea, Didier Drogba (kanan) merayakan gol dalam pertandingan Liga Premier antara Chelsea versus Hull City di Stamford Bridge, London, 15 Agustus 2009. AFP PHOTO/IAN KINGTON
Didier Drogba (© AFP 2009)

 

Artikel Terkait

Sebuah aksi yang patut diteladani ditunjukkan Didier Drogba. Striker Chelsea ini merogoh koceknya sedalam 3 juta pound atau sekitar Rp 47 miliar yang didonasikan untuk membangun rumah sakit.

Drogba tidak segan-segan menyumbangkan uang yang baru diterimanya dari kontrak bersama salah satu minuman ringan berskala internasional meski Chelsea dalam hal ini memiliki hak mendapat bagian sebagai bagian hak imej dalam klausul kontraknya. Yang menarik derma Drogba diikuti Roman Abramovich.

Pemilik Chelsea ini diklaim ikut merogoh koceknya. Sebuah langkah untuk menunjukkan dukungan baik dirinya secara pribadi maupun Chelsea sebagai institusi. Daily Mail mengklaim Abramovich menawarkan derma sama dengan apa yang disumbangkan Drogba.

Proyek kemanusian yang ditujukan untuk Pantai Gading, negerinya, ini akan sangat mengejutkan bagi beberapa pihak yang lebih mengenal sosok Drogba sebagai pemain yang agresif, lekas marah, suka diving dan gemar ngomel di Liga Premier. Musim lalu ia memaki-maki wasit di pertandingan semifinal Liga Champions yang kemudian dihukum skorsing tiga laga oleh UEFA.

Proyek Drogba dimulai dua tahun lalu. Ia mendirikan Yayasan Didier Drogba dan langsung membeli lahan di Abidjan dan berkomitmen mengumpulkan dana untuk membangun rumah sakit yang dijadwalkan sudah bisa beroperasi di pengujung 2010.

Ia mulai mendirikan yayasan setelah temannya, Stefan, meninggal dunia akibat menderita leukaemia. Proyek ini kemudian meraih momentum ketika 19 fans meninggal dunia dan 132 luka-luka dalam insiden robohnya tribun stadion di Abidjan, Felix Houphouet-Boigny, sesaat sebelum laga kualifikasi Piala Dunia antara Pantai Gading versus Malawi di Maret lalu.

Mendirikan dan mendanai rumah sakit merupakan tujuan utama dari yayasan yang dibentuk Drogba. Di akhir bulan Drogba diagendakan menggelar malam amal di London untuk mengumpulkan dana buat yayasannya, dan ternyata mendapat sambutan antusias.

Tak pelak di balik kebengisannya di lapangan, Drogba merupakan sosok yang memiliki sisi humanisme yang tinggi. Pada 2007 ia bergabung dengan legenda hidup sepakbola Prancis, Zinedine Zidane, dan bintang tenis Rusia, Maria Sharapova sebagai Duta PBB untuk mengampanyekan proyek pemberantasan kemiskinan. Sikap manis dari pemain Pantai Gading pertama yang memenangi gelar Pemain Terbaik Afrika pada 2006. (DIM)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »