Budi Baik “Si Bengis”

November 17, 2009 at 6:23 pm (Olahraga) ()


Didier Drogba

Striker Chelsea, Didier Drogba (kanan) merayakan gol dalam pertandingan Liga Premier antara Chelsea versus Hull City di Stamford Bridge, London, 15 Agustus 2009. AFP PHOTO/IAN KINGTON
Didier Drogba (© AFP 2009)

 

Artikel Terkait

Sebuah aksi yang patut diteladani ditunjukkan Didier Drogba. Striker Chelsea ini merogoh koceknya sedalam 3 juta pound atau sekitar Rp 47 miliar yang didonasikan untuk membangun rumah sakit.

Drogba tidak segan-segan menyumbangkan uang yang baru diterimanya dari kontrak bersama salah satu minuman ringan berskala internasional meski Chelsea dalam hal ini memiliki hak mendapat bagian sebagai bagian hak imej dalam klausul kontraknya. Yang menarik derma Drogba diikuti Roman Abramovich.

Pemilik Chelsea ini diklaim ikut merogoh koceknya. Sebuah langkah untuk menunjukkan dukungan baik dirinya secara pribadi maupun Chelsea sebagai institusi. Daily Mail mengklaim Abramovich menawarkan derma sama dengan apa yang disumbangkan Drogba.

Proyek kemanusian yang ditujukan untuk Pantai Gading, negerinya, ini akan sangat mengejutkan bagi beberapa pihak yang lebih mengenal sosok Drogba sebagai pemain yang agresif, lekas marah, suka diving dan gemar ngomel di Liga Premier. Musim lalu ia memaki-maki wasit di pertandingan semifinal Liga Champions yang kemudian dihukum skorsing tiga laga oleh UEFA.

Proyek Drogba dimulai dua tahun lalu. Ia mendirikan Yayasan Didier Drogba dan langsung membeli lahan di Abidjan dan berkomitmen mengumpulkan dana untuk membangun rumah sakit yang dijadwalkan sudah bisa beroperasi di pengujung 2010.

Ia mulai mendirikan yayasan setelah temannya, Stefan, meninggal dunia akibat menderita leukaemia. Proyek ini kemudian meraih momentum ketika 19 fans meninggal dunia dan 132 luka-luka dalam insiden robohnya tribun stadion di Abidjan, Felix Houphouet-Boigny, sesaat sebelum laga kualifikasi Piala Dunia antara Pantai Gading versus Malawi di Maret lalu.

Mendirikan dan mendanai rumah sakit merupakan tujuan utama dari yayasan yang dibentuk Drogba. Di akhir bulan Drogba diagendakan menggelar malam amal di London untuk mengumpulkan dana buat yayasannya, dan ternyata mendapat sambutan antusias.

Tak pelak di balik kebengisannya di lapangan, Drogba merupakan sosok yang memiliki sisi humanisme yang tinggi. Pada 2007 ia bergabung dengan legenda hidup sepakbola Prancis, Zinedine Zidane, dan bintang tenis Rusia, Maria Sharapova sebagai Duta PBB untuk mengampanyekan proyek pemberantasan kemiskinan. Sikap manis dari pemain Pantai Gading pertama yang memenangi gelar Pemain Terbaik Afrika pada 2006. (DIM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: