Chelsea yang Unggul

Agustus 10, 2009 at 10:29 am (Olahraga) (, )


Kali Ini Chelsea yang Unggul

FA Community Shield

Para pemain Chelsea dengan trofi FA Community Shield setelah menundukkan Manchester United 4-1 lewat adu penalti dalam laga yang digelar di Wembley Stadium, London, 9 Agustus 2009. AFP PHOTO/GLYN KIRK
Terry dkk dan Trofi Shield (© AFP 2009)

Liputan6.com, London: Chelsea berhasil mengambil revans atas kekalahan dari Manchester United di laga FA Community Shield 2007. Dalam laga serupa yang berlangsung di Wembley Stadium, Minggu (9/8) sore waktu setempat, The Blues unggul 4-1 lewat adu penalti setelah dalam 90 menit kedua tim bermain imbang 2-2 (0-1). Eksekusi mulus Salomon Kalou yang menjadi algojo keempat menentukan kemenangan Chelsea sekaligus kado pertama bagi manajer baru mereka, Carlo Ancelotti. Seperti yang telah diduga sebelumnya, dalam debutnya di Inggris, Ancelotti menurunkan formasi diamond dengan menugaskan Frank Lampard berdiri di belakang dua striker, Didier Drogba dan Nicolas Anelka. Lini tengah diisi tiga punggawa: Michael Essien, Jon Obi Mikel, dan Florent Malouda. Di lain pihak, Sir Alex Ferguson secara mengejutkan mencadangkan gelandang anyarnya, Antonio Valencia dan lebih memilih menurunkan Park Ji-Sung sebagai sayap kanan. Dengan formasi dasar 4-4-2, Ferguson memercayai duet Michael Carrick dan Darren Fletcher sebagai komandan di lini tengah. Sementara, lini depan diisi Wayne Rooney dan Dimitar Berbatov. Dalam lima menit pertama, Chelsea menguasai jalannya pertandingan. 93 detik dari kick-off, Drogba sudah mengancam gawang MU ketika tendangan kerasnya dari jarak 25 meter tepat mengarah dalam pelukan Ben Foster. Di menit kelima, MU pantas berterima kasih kepada Patrice Evra yang melakukan penyelamatan di bawah mistar dengan menyundul bola hasil terjangan Branislav Ivanovic meneruskan tendangan sudut Frank Lampard. Sundulan Evra terlebih dahulu membentur mistar gawang. Namun, bandul pertandingan berubah menjadi milik MU setelah di menit ke-10 tendangan Nani dari jarak 20 meter menembus sudut kiri gawang Peter Cech yang terhalang pandangannya oleh Alex dan Essien. 1-0 untuk MU. Di menit ke-16, Ji-Sung memperoleh peluang emas untuk memperbesar keunggulan MU setelah sepakannya masih dapat diblok Cech. 30 detik kemudian, giliran Drogba yang membuang peluang ketika tembakannya terlalu lemah dan dengan mudah dapat ditangkap Foster. Semenit kemudian, MU kembali mendapat peluang emas. Kali ini giliran Berbatov. Setelah melakukan kerja sama yang cantik dengan Ji-Sung, sepakan Berbatov dengan gemilang dapat diblok Cech. Chelsea berusaha mencetak gol penyeimbang kedudukan. Namun, kurang apiknya kerja sama antara lini tengah dan depan membuat upaya Lampard dkk sia-sia. Bahkan, di menit ke-42, MU nyaris menggandakan keunggulan ketika tendangan keras Fletcher dari dalam kotak penalti harus susah payah ditip Cech. Sampai jeda tiba, skor masih tetap 1-0 untuk MU. Di awal babak kedua, Ancelotti menurunkan Jose Bosingwa menggantikan Ivanovic. Chelsea langsung tancap gas mengejar ketertinggalan. Hasilnya di menit ke-52 menyusul kemelut di depan gawang MU, lewat sundulannya Carvalho menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Chelsea kian gencar menekan MU yang tampak agak panik. Empat menit berselang, meskipun dikawal dua bek MU, Anelka masih dapat melancarkan tembakan keras ke arah muka gawang. Beruntung bagi MU, Foster dapat membloknya. Guna menambah daya gedor timnya, di menit ke-64 Ancelotti memasukkan Michael Ballack dan menarik keluar Obi Mikel. Chelsea kian unggul di semua lini. Di menit ke-71 terjadilah kontroversi yang menyebabkan Chelsea unggul 2-1 lewat sepakan Lampard. Kontroversi dimaksud bermula dari terjatuhnya Evra yang dilanggar Ballack. Namun, wasit Chris Foy memberi aba-aba pertandingan dilanjutkan mengingat bola berada di kaki Rooney. Namun, beberapa saat kemudian, para pemain Chelsea dapat merebut bola dari kaki Rooney. Alhasil, umpan Drogba dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Lampard yang berdiri dalam posisi bebas. Meski berhasil menepis tembakan Lampard, Foster tak kuasa menahan laju bola yang masuk ke dalam gawangnya. 2-1 untuk Chelsea. Gol yang diprotes para pemain MU mengingat ketika proses gol itu berlangsung Evra masih tergeletak di tengah lapangan. Foy bergeming. 15 menit sebelum bubaran, Ferguson melakukan empat pergantian pemain sekaligus dan memasukkan Ryan Giggs, Paul Scholes, Michael Owen, dan Fabio da Silva. Giliran MU yang menguasai jalannya pertandingan. Di saat publik Wembley memperkirakan Chelsea bakal keluar sebagai pemenang, Rooney memaksakan pertandingan harus diakhiri dengan adu tendangan penalti setelah tendangannya di menit ke-92 tak mampu diantisipasi dengan baik oleh Cech. Skor menjadi 2-2. Gol ini pun sempat dipertanyakan mengingat dalam tayangan ulang, saat menerima passing Giggs, posisi Rooney cenderung berada di depan Cole yang menjadi pemain Chelsea terakhir. Dalam adu penalti, empat algojo yang ditunjuk Ancelotti, Lampard, Ballack, Drogba, dan Kalou mampu menunaikan tugasnya dengan baik. Sementara, di lain pihak, dari tiga algojo pilihan Ferguson, hanya Carrick yang berhasil dengan mulus menjebol gawang Chelsea. Eksekusi Giggs dan Evra mampu dihalau Cech. Chelsea pun unggul 4-1. Susunan Pemain: MU: Foster, Evra, Ferdinand, Evans, O’Shea (Fabio da Silva), Nani (Valencia), Carrick, Fletcher (Scholes), Ji-Sung (Giggs), Rooney, Berbatov (KK, Owen, KK). Chelsea: Cech, Cole, Carvalho, Terry, Ivanovic (KK, Bosingwa), Essien, Mikel (Ballack), Lampard, Malouda (Deco), Drogba, Anelka (Kalou). Wasit: Chris Foy (MEG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: